Jakarta Selatan — Pagi itu, suasana SD YASPORBI 1 tampak berjalan seperti biasa. Siswa menyapa guru dengan senyum, guru saling berkoordinasi dengan tenang, dan setiap sudut sekolah menunjukkan keteraturan. Namun, di balik rutinitas tersebut, ada budaya yang terus tumbuh dan menguat: budaya kepemimpinan.
Budaya inilah yang akhirnya mengantarkan SD YASPORBI 1 meraih Leadership School Certification dari Lembaga Franklin Covey Education. Penilaian dilakukan pada 22 Oktober 2025, dan hasil kelulusan diumumkan secara resmi pada November 2025. Sekolah yang berlokasi di Jl. Deposito I No. 22, Komplek Perumahan Bank Indonesia (BI), Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12780 ini dinilai berhasil menjadikan kepemimpinan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah.
Bagi SD YASPORBI 1, kepemimpinan bukanlah konsep yang hanya diajarkan di dalam kelas, melainkan nilai yang dihidupkan bersama. Anak didik belajar bertanggung jawab atas tugasnya, guru memberi teladan melalui sikap dan konsistensi, sementara seluruh tenaga pendidik dan manajemen sekolah berjalan seirama dalam satu visi.
Kepala SD YASPORBI 1, Ibu Intan Triharti, S.Pd, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang dan komitmen bersama.
“Kami percaya bahwa setiap anak adalah pemimpin. Tugas sekolah adalah menumbuhkan potensi itu melalui kebiasaan baik, keteladanan, dan lingkungan yang mendukung,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penilaian yang dilakukan oleh Frankin Covey Education bersifat realistis karena melihat praktik nyata di sekolah, bukan sekadar dokumen atau program tertulis. Menurutnya, kepemimpinan di SD YASPORBI 1 tumbuh dari kebiasaan sehari-hari yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah.
Hal senada disampaikan oleh Presiden Lighthouse Team, Bapak Rakmat Nuriadi, S.Pd. Ia menilai SD YASPORBI 1 menunjukkan implementasi kepemimpinan yang menyeluruh dan berkelanjutan.
“Yang kami lihat bukan hanya siswa yang aktif dan percaya diri, tetapi juga guru dan tenaga pendidik yang berperan sebagai role model. Kepemimpinan di sekolah ini benar-benar hidup,” ungkapnya.
Menurut Bapak Rakmat, kekuatan utama SD YASPORBI 1 terletak pada keterlibatan semua pihak. Kepemimpinan tidak dibebankan pada satu peran saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama, dari anak didik hingga pendidik.
Dengan diraihnya Leadership School Certification, SD YASPORBI 1 menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan karakter kepemimpinan sejak dini. Bukan untuk mencetak pemimpin yang sempurna, tetapi pribadi-pribadi yang bertanggung jawab, peduli, dan mampu memberi dampak positif di lingkungannya. Lebih dari itu, SD YASPORBI 1 diharapkan dapat menjadi mercusuar bagi sekolah-sekolah di sekitarnya dalam mengaplikasikan nilai-nilai kepemimpinan serta mewujudkan lingkungan sekolah yang positif, kolaboratif, dan berkarakter.
Karena di SD YASPORBI 1, belajar memimpin bukanlah tujuan akhir, melainkan proses yang dijalani bersama—setiap hari, oleh semua, demi tumbuhnya ekosistem pendidikan yang menginspirasi sekolah lain untuk bergerak dan bertumbuh bersama.
(Rian Boeng)










