Kab. Subang – Praktek Prostitusi modus warung remang-remang dijalur Patokbeusi-Ciasem kabupaten Subang Jawa barat ternyata banyak yang luput dari pantauan APH dan Forkopimcam, meskipun sudah diberikan surat edaran untuk tidak buka atau beroperasi.
Hal ini ditemukan oleh team liputan berawal pada tanggal 30 Maret 2023 saat team liputan melintas jalur tersebut, sekitar pukul 05.30 WIB, team melihat ada banyak warung remang-remang,dan terlihat dibeberapa warung tersebut beberapa perempuan yang sedang duduk di kursi depan warung tersebut.
Guna mendapatkan informasi lebih lanjut maka team liputan yang pada saat itu juga tidak dalam keadaan berpuasa mencoba untuk menjadi tamu atau pengunjung warung, seraya menghentikan kendaraan roda dua di salahsatu warung.
Seorang perempuan paruh baya dengan penampilan yang masih lengkap dengan kosmetik seakan siap untuk menerima pengunjung, yang tidak menyebutkan namanya seraya menyuruh agar kendaraan roda dua milik team dimasukkan ke dalam ruangan warung yang ternyata didalamnya juga tersedia berbagai alat musik seperti sound sistem untuk karaoke.
” Masukan saja motornya ke dalam karena ini bulan puasa mas “,ucapnya.
Pada saat ditawari mau minum apa, dan team mencoba untuk memesan kopi dengan alasan untuk sekedar melepas penat dan capek serta kantuk yang mendera, perempuan tersebut mengatakan ” Bir dan minuman lainnya pun ada mas “.
Tertarik dengan ucapannya, dan guna melengkapi bukti pemberitaan hasil investigasi, team pun mengiyakan untuk dipesankan bir putih satu botol.
Pada saat minum bir, perempuan paruh baya tadi pun dengan sudah tidak canggung lagi duduk menemani team, dan menuangkan bir ke dalam gelas, ada yang menarik pada saat percakapan antara team dengan sang pramuria tersebut ” Tenang aja mas selain motor nya sudah dimasukkan ke dalam, meskipun bulan puasa toh sudah kondusif, dikarenakan sudah atensi dan koordinasi ke Polsek Ciasem dan Polres Subang “,ungkapnya.
Ditanyakan perihal ada dan siapa yang mengkoordinir seluruh warung remang termasuk warungnya tersebut ” pertiap pemilik warung memberikan uang bulanan dan mingguan ke Patroli Polsek, dan Polres, termasuk Abah (Pemilik warungnya) “, ungkapnya pula.
Hal mencengangkan yaitu pada saat sang pramuria tersebut secara blak-blakan mengatakan kalau mau ngamar ayok tenang koq bebas setelah ngamar bisa istirahat sepuasnya yang penting ngamar dan kebetulan saya belum dapat penglaris “.
Sontak team kaget dan menjawab dengan alasan bahwa team tidak membawa uang banyak dan hanya tinggal sisa beli bensin saja, akhirnya dengan alasan bahwa akan melanjutkan perjalanan maka team pun membayar minuman bir dan rokok lalu berpamitan dan keluar.
Team liputan akan mencoba meminta statement semua pihak terkait adanya informasi atensi kepada para penegak hukum.
(Team liputan)










